Tujuan Pembelajaran
- Mengenal apa itu Mikrotik dan perannya sebagai router di jaringan.
- Memahami konsep Interface IP Address Route & Default Gateway.
- Menjelaskan cara kerja DHCP Client dan DHCP Server.
- Memahami DNS dan NAT (Masquerade) serta kapan fitur ini diperlukan.
- Menyebutkan langkah keamanan dasar: ubah password, tambah user, batasi akses manajemen.
Gambaran Umum Mikrotik
Mikrotik adalah produsen perangkat jaringan asal Latvia. Sistem operasinya bernama RouterOS dan perangkat kerasnya dikenal sebagai RouterBoard. RouterOS menyediakan fitur routing, switching dasar, firewall, NAT, DHCP, DNS, hotspot, wireless, dan banyak lagi. Administrasi dapat dilakukan melalui Winbox (aplikasi GUI), WebFig (via browser), atau terminal (CLI).

Pada praktik kita: ether1 berfungsi sebagai antarmuka WAN (ke modem/ISP), sedangkan ether2 sebagai LAN tempat komputer siswa terhubung.
Interface & IP Address
- Interface adalah port fisik/virtual tempat data lewat (misalnya ether1, ether2, wlan1).
- IP Address adalah alamat pada interface agar perangkat dapat saling berkomunikasi.
- Gateway/Route adalah jalur tujuan berikutnya. Default route (
0.0.0.0/0) menunjuk ke internet via ISP. - Private IP: 10.0.0.0/8, 172.16.0.0/12, 192.168.0.0/16 (dipakai di LAN). Public IP dipakai di internet.
DHCP Client
DHCP Client membuat router menerima IP otomatis dari server DHCP (biasanya modem/ISP) pada interface WAN. Informasi yang diterima biasanya: alamat IP, subnet mask, gateway, dan terkadang DNS.

- Add Default Route: otomatis menambahkan jalur keluar ke internet.
- Use Peer DNS: bila no, kita tentukan DNS manual (mis. 1.1.1.1, 8.8.8.8).
DHCP Server
DHCP Server pada router membagikan IP otomatis ke klien LAN. Komponen utamanya:
- IP Pool: rentang IP yang akan dibagikan, mis.
192.168.10.10–192.168.10.200. - Network: informasi jaringan LAN (alamat jaringan, gateway, DNS).
- DHCP Server: layanan yang diikat ke interface LAN (mis. ether2).
- Lease: catatan peminjaman IP ke klien untuk jangka waktu tertentu (lease-time).
DNS (Domain Name System)
DNS menerjemahkan nama domain (mis. google.com) menjadi alamat IP. Router dapat bertindak sebagai DNS cache agar resolusi nama lebih cepat bagi klien LAN.

- Servers: daftar DNS upstream (mis. 1.1.1.1, 8.8.8.8).
- Allow Remote Requests: izinkan klien LAN memakai router sebagai resolver/caching.
NAT (Network Address Translation)
NAT mengubah alamat IP pada paket. Di jaringan sekolah/rumah, NAT yang paling sering dipakai ialah masquerade (jenis source NAT) supaya banyak IP privat di LAN bisa berbagi satu IP publik dari ISP.

- Masquerade: mengganti alamat sumber (src) dari IP privat klien menjadi IP publik antarmuka WAN.
- Kapan perlu? Saat LAN menggunakan IP privat dan ingin mengakses internet melalui satu koneksi publik.
Keamanan Dasar Router
- Ubah password admin dan buat akun baru group: full.
- Batasi akses manajemen hanya dari LAN, nonaktifkan layanan yang tidak perlu.
- Rutin backup konfigurasi (
/system backup save) dan export teks (/export file=...).
Rangkuman
- Mikrotik (RouterOS) berperan utama pada routing, pengalamatan, dan layanan pendukung (DHCP, DNS, NAT).
- WAN dapat memakai DHCP Client atau IP statik + default route.
- LAN diberi IP gateway, DHCP Server membagikan IP ke klien, DNS mempercepat resolusi nama, dan NAT memungkinkan akses internet.