Materi 3.1 – Teori Dasar Mikrotik & Layanan Jaringan

Kelas XII TKJ • Menjelang praktik 3.2 (Konfigurasi Dasar)

Tujuan Pembelajaran

Gambaran Umum Mikrotik

Mikrotik adalah produsen perangkat jaringan asal Latvia. Sistem operasinya bernama RouterOS dan perangkat kerasnya dikenal sebagai RouterBoard. RouterOS menyediakan fitur routing, switching dasar, firewall, NAT, DHCP, DNS, hotspot, wireless, dan banyak lagi. Administrasi dapat dilakukan melalui Winbox (aplikasi GUI), WebFig (via browser), atau terminal (CLI).

Topologi dasar

Pada praktik kita: ether1 berfungsi sebagai antarmuka WAN (ke modem/ISP), sedangkan ether2 sebagai LAN tempat komputer siswa terhubung.

Interface & IP Address

DHCP Client

DHCP Client membuat router menerima IP otomatis dari server DHCP (biasanya modem/ISP) pada interface WAN. Informasi yang diterima biasanya: alamat IP, subnet mask, gateway, dan terkadang DNS.

Alur DHCP client & server

DHCP Server

DHCP Server pada router membagikan IP otomatis ke klien LAN. Komponen utamanya:

DNS (Domain Name System)

DNS menerjemahkan nama domain (mis. google.com) menjadi alamat IP. Router dapat bertindak sebagai DNS cache agar resolusi nama lebih cepat bagi klien LAN.

DNS lookup

NAT (Network Address Translation)

NAT mengubah alamat IP pada paket. Di jaringan sekolah/rumah, NAT yang paling sering dipakai ialah masquerade (jenis source NAT) supaya banyak IP privat di LAN bisa berbagi satu IP publik dari ISP.

NAT flow

Keamanan Dasar Router

Rangkuman